Menteri BUMN: Umat Islam Jangan Menjadi “Buih”

  • Bagikan

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat menghadiri Rakernas PB Al-Khairiyah di Jakarta, Sabtu 6 Mei 2023 (Foto: dokumen asatuonline.id)

Jakarta, Asatu Online – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya umat Islam untuk menomorsatukan pendidikan agar mayoritas yang ada tidak menjadi buih, tetapi mampu mengubah dirinya menjadi ombak yang besar dan memberikan pengaruh nyata bagi kemajuan bangsa.

“Oleh karena itu Umat Islam selaku mayoritas di Indonesia harus menjadi yang terdepan. Umat yang mayoritas, dalam kehidupan ekonominya jangan menjadi minoritas,” katanya di Jakarta, Sabtu 6 Mei 2023.

Menteri BUMN mengemukakan keterangan tersebut dalam orasi ilmiah pada Rakernas dan Peringatan Ulang Tahun ke-98 Al-Khairiyah yang dibuka Pj Gubernur Banten Al-Muktabar di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR/DPD RI Senayan Jakarta.

Acara itu juga dihadiri Wakil Ketua MPR Yandri Susanto, Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH Ali Mujahidin, Ketua Majelis Syuro KH Mansur Muchyidin, Dewan Pakar dan Pembina Al-Khairiyah, pimpinan Ormas Keagamaan, pejabat TNI-Polri serta Direktur pada Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag H Ahmad Zayadi.

Keseluruhan peserta yang hadir pada Ultah ke-98 Al-Khairiyah dan Rakeras 1 PB Al-Khairiyah kepengurusan periode 2021-2026 itu mencapai lebih dari seribu orang, sebagian besar adalah pengurus dan kader Al-Khairiyah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan pengurus cabang istimewa se-Indonesia.

Erick Thohir lebih lanjut mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Al-Khairiah yang terus berjuang istiqomah mencerdaskan kehidupan bangsa serta turut membangun akhlaq dan peradaban generasi Indonesia.

Pendidikan, lanjutnya, adalah kunci kemajuan. Dulu ratusan tahun yang lalu, umat Islam sangat progresif di bidang ilmu matematika dan astronomi. Maka dari itu harus dikembalikan lagi kedigdayaan umat di bidang pendidikan. Harus terus ada ikhtiar agar pendidikan dan ekonomi menjadi kekuatan umat Islam di negeri ini.

“Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia sudah seharusnya membangun ekonomi umat, dan membangun ekonomi keumatan menjadi komitmen pemerataan sehingga dengan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan umat, maka kemiskinan dapat dientaskan,” kata Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu. (**)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *