MGP Laporkan Dugaan KKN Monopoli DAK Kab Kuningan

  • Bagikan

Kuningan, Asatuonline.id – Manggala Garuda Putih (MGP) melaporkan dugaan korupsi Pengadaan Peralatan TIK di Disdik Kuningan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan.

Laporan pengaduan itu dilayangkan pada 14 Mei 2022, lewat surat bernomor 10123/Manggala/LDP/V/2022.

“Kami melakukan pelaporan sebagai bentuk tanggungjawab sebagai masyarakat yang berperan aktif ingin mewujudkan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, terkait Kegiatan Pengadaan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),”  tutur Biro Investigasi DPP MGP, Agus Satria SIP, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/5/2022).

Agus menerangkan, pelaporan dilayangkan karena pihaknya menduga ada kejanggalan dalam kegiatan Pekerjaan Projek Pengadaan Peralatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Dalam pengadaan TIK itu, yakni penyediaan Chromebook, Mebeler dan Alat Peraga dengan total hampir mencapai 50 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan.”

Dalam pelaporannya, MGP merujuk pada hasil investigasi yang dilakukannya, menduga ada mark-up harga barang dari perusahaan yang terlibat. Bahkan ada beberapa barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Kami menduga praktik dugaan KKN pengadaan TIK berupa Chromebook, laptop, KBM dan lainnya di Disdik Kabupaten Kuningan ini ada peran dari oknum yang diduga mengatasnamakan petinggi di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” ungkap Agus.

Oleh karena itu, lanjut Agus, MGP mendesak Kejari Kuningan agar segara memanggil Kepala Dinas Pendidikan, PPK dan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan anggaran APBD, Bankeu Provinsi maupun anggaran DAK dan APBN.

“Kami mendukung langkah Kejari Kuningan, karena kami merasa miris dan prihatin tidak sedikit negara menggelontorkan dana untuk pendidikan, tapi banyak kelompok yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.

Jangan pendidikan ini dijadikan sarang korupsi oleh para kapitalis di dunia pendidikan, tegas Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya akan terus melaporkan dugaan tersebut jika laporan tidak ditindaklanjuti oleh pihak Kejari Kuningan.

Pihaknya akan melapor ke Kejati Jabar, Kejagung dan KPK, pungkasnya…(*)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *