Pengamat Politik Uhaib : Berikan Kesempatan Kepada Capres Yang Baru

  • Bagikan

Pengamat Politik Uhaib

Jakarta, asatuonline.id – Pesta demokrasi rakyat Indonesia akan di laksanakan pada tahun 2024 tentunya, para calon-calon kandidat akan berlaga pada pemilihan Presiden (Pilpres) bersamaan dengan Pemilihan Legeslatif (Pileg).

Dengan begitu besar harapan para pemimpin partai politik agar dapat menarik magnet kepada rakyat Indonesia, untuk dapat menentukan calon Presiden Indonesia, kedepan yang lebih baik.

Tabu gendrang perang sejak dini sudah dimainkan oleh para calon kandidat Presiden 2024 yang akan maju mencalonkan orang nomor satu di Indonesia.

Dari berbagai lembaga survei para kandidat calon mempunyai elextabilitas masing-masing kepercayaan dari rakyat ada beberapa bakal Capres seperti Anis Bawesdan, Prabowo Subianto, Ganjar, Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, Erik Tohir, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar.

“Para bakal calon kandidat yang ingin maju pastinya, pendekatan lobi-lobi politik yaitu, mengunjungi para calon pasangan maupun ketua umum partai politik. Salah satunya.belum lama ini, Prabowo Subianto yang bersilaturahim bersama Khofifah gubernur jawa-timur kepada Ketum PDIP Megawati. Bisa saja ini dapat membangun aliansi kekuatan politik, itu wajar saja, yang lain tentu dapat melakukan loby politik agar dapat mendapat kekuatan suara dari calon-calon pasangan,” ujar Muhammad Uhaib As’ad pengamat politik  Fisip Universitas Iislam Kalimantan, ketika di konfirmasi Asatu Online, Kamis malam (5/5/22).

Uhaib melihat, Prabowo Subianto dapat diuntungkan karena memiliki partai politik, sementara seperti calon-calon lain seperti Anis Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, belum mendapatkan dukungan partai politik, tentunya mereka nanti harus mencari partai politik.

Untuk calon yang memiliki elextabilitas tinggi, itu nanti akan di lirik oleh kandidat partai politik untuk di usung, tetapi bukan saja memiliki elextabilitas yang tinggi juga kandidiat itu memliki dampak terhadap partai politik itu sendiri. baik di parlemen dan juga mempunyai basis masa yang kuat baik daerah, maupun pusat.

Yang terlebih penting kuat yaitu dukungan finacial yang kuat yaitu ”amunisi”. Tentu ini sudah ditakar masing-masing calon kandidat. Sosok Anis Baswedan bukan saja berlatar belakang seorang pengusaha. Tetapi sebagai gubernur DKI. tentunya, Anis Baswedan sudah mengitung kalkulasi kekuatan finansialnya, dengan ingin maju sebagai calon Presiden 2024. Semuanya sudah mempersiapkan kekuatan amunisi yang tidak sedikit untuk bertarung menuju RI.1.

“Dua tahun lagi menuju Pilpres tetapi hiruk pikuk sudah sangat kencang sekali baik di Pusat maupun di daerah. Untuk dukungan masa maupun organisasi mengatasnamakan calon tertentu, yang sudah siap mendukung dari para calon kandidiat yang akan maju nanti,” kata Uhaib.

Sebagai pengamat politik melihat, elektabilitas Anis Baswedan ini mempunyai kekuatan yang tinggi, sosok Anis Baswedan mempunyai kecerdasan di atas rata-rata, dari para calon yang ada.

Kita harus mengakui kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, sopan santun, dan akhlak dia yang menjadi daya tarik masyarakat Indonesia.

Nanti partai politik untuk pengusung calon Presiden Anis Baswedan, dapat mengitung kalkulasi, siapa yang tepat menjadi pendamping Anis Baswedan yang layak dan tepat. Bisa juga nanti Anis Baswedan berpasangan dengan AHY.

“Kalau saya melihat, Prabowo Subianto untuk maju kembali dalam Pilpres 2024 sudah saat nya selesai. Artinya, Prabowo Subianto tidak usah maju kembali,” tegas Uhaib As’ad.

Maksudnya, berilah kesempatan untuk kandidat yang baru untuk berlaga kompetisi calon Presiden 2024 generasi yang baru, generasi muda yang energik yaitu Anis Baswedan, Ganjar Pramono, Ridwan Kamil, Erik Tohir, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno.

“Saat ini, kita butuh pemimpin 2024 yang akan datang Pemimpin yang cerdas, milenial. Kita hidup di era globalisasi dengan tantangan yang begitu besar yang akan kita hadapi jadi di butuhankan sosok pemimpin yang berkualitas, dan bermartabat,” imbuh Uhaib.

Dalam waktu dekat Partai Nasdem akan mengumumkan para calon kandidiat yang akan di usung dari Partai Nasdem melalui Ketua Umum Surya Paloh, tentu para calon-calon tersebut, berada pilihan di tangan Surya Paloh ada beberapa nama yang mucul masuk para calon presiden 2024  yaitu ada nama Anis Baswedan, Ridwn Kamil, Ganjar Pramono.

“Kalau saya melihat Ridwan Kamil belum populer sebanding Anis Baswedan, untuk Kang Emil masih di cukup di kenal di Jawa-barat. Masih tingkat lokal untuk populeritas nya. Kalau Ganjar masih belum cukup di kenal di luar pulau Jawa. Kalau Anis cukup populer di kenal di luar pulau Jawa,” ungkap Uhaib.

Untuk Pilpres 2024 yang tepat dan ideal ada tiga pasangan calon Presiden yang berlaku mengikuti kompetisi. Agar rakyat bisa menentukan banyak calon Presiden yang maju, tidak dua pasangan yang maju agar bisa menentukan pilihan dengan hati rakyat Indonesia.

Harapan saya, rakyat Indonesia sudah begitu cerdas dalam menentukan pemimpin bangsa Indonesia kedepan, jangan menentukan Pemimpin yang diduga bermain mony Politik. (budi)

 99 total views

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *