Laskar Ganjar-Puan Siap Lasanakan Rakercab di Kota Bekasi 

  • Bagikan

Billboard Ganjar- Puan dan Ir. Soekarno dengan ukuran 6×12 m terpasang di depan kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Bekasi, asatuonline.id- Laskar Ganjar-Puan (LGP) terus menyatukan visi-misi lewat rapat kerja di beberapa kota/kabupaten dan Provinsi di seluruh Indonesia, dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pertama di Kota Bekasi akan berlangsung hari Minggu 20 Februari 2022.

Siaran pers Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LGP, Sabtu (19/2/2022) menyebutkan, hingar bingar menyambut Rakercab LGP di Kota Bekasi itu sudah terasa sejak beberapa hari belakangan ini, sementara billboard Ganjar-Puan dan Ir Soekarno dengan ukuran 6×12 meter tampak terpasang di depan kantor Walikota Bekasi.

Disebutkan pula, Rakercab akan bertempat di Gedung Girsang serta akan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina LGP H Mochtar Mohamad, Ketua Umum LGP Nawang Andi Kusumah, Sekretaris Jenderal Imam Haryo Pradigdo serta jajaran DPP, 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan 52 ranting dengan peserta 700 orang.

Menurut Ketua DPC LGP Kota Bekasi, David Yahya P, kegiatan Rakercab LGP itu dilakukan sebagai langkah strategis untuk memantapkan kepengurusan LGP sampai akar rumput, dan Ganjar-Puan diusung untuk menciptakan “hattrick” (kemenangan tiga kali secara berturut-turut) di Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024.

Yahya juga mengemukakan beberapa indikator yang bisa mengukur potensi keistimewaan duet Ganjar-Puan di kancah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 mendatang.

Pertama, Ganjar Pranowo adalah kader ideologis Bung Karno, sementara Puan Maharani merupakan kader ideologis sekaligus kader biologis Bung Karno. Kedua, pada Pilpres 2024, terkait ambang batas Presidensial Threshold, hanya PDI Perjuangan yang mampu mengusung pasangan Presiden dan calon Presiden sendiri.

Ketiga, pada Pemilu 2024, pemilihan presiden akan bersamaan dengan pemilihan legislatif. “Coat-tail effect” (efek ekor jas) partai yang mengusung kader sebagai calon Presiden atau wakil Presiden akan berpengaruh terhadap perolehan suara dan kursi di legislatif dan Pilkada,

Keempat, pasangan Ganjar-Puan akan menjadikan tambah solidnya PDI Perjuangan dan kekuatan kelompok Soekarnois diluar PDI Perjuangan. Mereka akan menyatu ke pasangan tersebut.

Kelima, pasangan Ganjar-Puan akan menjamin keberlangsungan estafet kepemimpinan Jokowi pada pemerintahan ke depan yang dinilai berbagai pihak terbukti keberhasilannya saat ini. Keenam, hasil survey terakhir, saat ini PDI Perjuangan mengungguli partai-partai lain di angka kisaran 25 persen.

Artinya PDI Perjuangan sudah memiliki modal dasar untuk memenangi Pilpres, ditambah dengan partai-partai lain yang tidak mengusung kadernya pada Pilpres tahun 2024 itu.

Ketujuh, masih menurut Yahya, Ganjar Pranowo mewakili Jawa dan Puan Maharani mewakili Sumatera, sehingga telah mencakup sekitar 70 persen pemilih di Indonesia.

Kedelapan, Ganjar dan Puan berasal dari Universitas terbaik di Indonesia. Ganjar adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (FH UGM) dan Puan merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).

Kesembilan, Ganjar-Puan berpengalaman duduk di Eksekutif dan Legislatif. Ganjar merupakan mantan anggota DPR RI dan berhasil terpilih dua periode sebagai Gubernur Jawa Tengah, sementara Puan berpengalaman sebagai Menteri Kordinator PMK dan berkiprah di Legislatif hingga mencapai pucuk pimpinan DPR RI.

Kesepuluh, Ganjar sangat dekat dengan Kelompok Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), bahkan dia beristrikan cucu dari KH Hisyam Abdul Karim yang merupakan Ulama besar dari Kalijaran, Purbalingga.

Hal senada dikemukakan Ketua Dewan Pembina LGP H Mochtar Mohamad yang menyebutkan bahwa Puan Maharani merupakan cucu dari Proklamator Kemerdekaan RI Ir Soekarno dan cucu dari Tjik Agus Kiemas, ayah H Muhammad Taufik Kiemas yang merupakan Tokoh Masyumi di Sumatera.

Di sisi lain, Ganjar Pranowo berpotensi menarik preferensi pemilih partai yang tidak memiliki calon Presiden sendiri. Munculnya nama Ganjar Pranowo yang akan diklaim oleh banyak partai menjadi magnet bagi para swing voters.

Sementaara itu jasa ayah Puan Maharani, H Muhammad Taufik Kemas dalam menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah sangat terasa, ditandai dengan berdirinya Baitul Muslimin dan banyaknya tokoh nasional yang belajar mengenai kebangsaan di Kebagusan (markas PDI Perjuangan) sebelum era reformasi.

Menurut Mochtar Mohamad, dalam tradisi PDI Perjuangan, hadirnya pasangan sesama kader partai akan makin membangkitkan semangat juang kader untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, lanjutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap pilihan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada kader yang siap untuk dicalonkan sebagai Presiden sangat tinggi.

Disebutkan pula, berkaca pada jatuhnya rekomendasi Ketua umum PDI Perjuangan kepada Jokowi pada Pilpres 2014, maka pada Pilpres 2024 ini juga akan menjadi sebuah sejarah baru..(red)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *