Pasca OTT KPK, Dukungan Moral Buat Bupati Probolinggo Dan Suaminya Terus Bergulir

  • Bagikan

Foto : Ustad Khairul Anam beserta tokoh lain dalam keterangan persnya, Sabtu (25/9) di Kecamatan Gading, Probolinggo

Probolinggo, Asatu online -Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) di Probolinggo dan di tetapkannya Bupati Probolinggo

Puput Tantriana Sari (PTS) bersama suaminya Hasan Aminuddin (HA) menjadi tersangka serta ditahan oleh KPK, dukungan terhadap keduanya terus bergulir di Probolinggo.

Hal ini dapat di buktikan dengan adanya pertemuan beberapa warga yang terjadi di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (25/9).

Tokoh masyarakat setempat, Ustad Khairul Anam, pertemuan lintas tokoh masyarakat ini untuk membicarakan tentang agenda kegiatan dzkir bersama yang akan di lakukan untuk memberikan dukungan buat Bupati Probolinggo dan Suaminya Hasan Anggota DPR RI.

“Kebetulan saya di dapuk warga untuk menjadi koordinator kegiatan tersebut (dzkir bersama), kegiatan dzkir bersama yang akan kami lakukan ini merupakan bentuk keprihatinan dari kami sebagai masyarakat kabupaten Probolinggo khususnya masyarakat kecamatan Gading atas kondisi dan situasi kabupaten Probolinggo Pasca OTT KPK,”terangnya.

Lebih lanjut, Ustad Khairul Anam menyampaikan, bahwa kegiatan dzkir bersama yang nantinya akan di gelar oleh lintas tokoh masyarakat Kecamatan Gading ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar supaya Kabupaten Probolinggo tetap kondusif dan secepatnya bangkit dari keterpurukan.

Selain itu, dzkir bersama ini juga akan mendoakan BupatiTantri dan Suaminya Hasan Aminuddin agar tetap sabar, tegar dan tawakal dalam menghadapi musibah ini.

“Ini bentuk dari dukungan kami secara moral untuk Bu Tantri dan Pak Hasan, harapan kami agar musibah yang saat ini menimpa beliau cepat berakhir,” jelas Ustad Khairul Anam saat memberikan keterangan persnya.

Senada dengan apa yang telah di sampaikan oleh Ustad Khairul Anam, Subaeri salah satu warga yang hadir dalam pertemuan itu juga menimpali

“Bagaimanapun Bu Tantri dan Pak Hasan pernah berbuat dan berjuang demi kebaikan tatanan kehidupan masyarakat Kabupaten Probolinggo, dan juga sebelum musibah itu terjadi, Bu Tantri dan Pak Hasan merupakan pemimpin yang selalu memberikan suritauladan yang baik bagi semua masyarakat kabupaten Probolinggo,” katanya.

Pasca OTT KPK itu, warga berharap ini adalah penangkapan KPK terahir di Kabupaten Probolinggo, dan saat ini agar pelayanan terhadap masyarakan kembali berjalan normal seperti awal sebelum penangkapan.

Untuk diketahui, selain Bupati Tantri dan Suaminya Hasan, KPK saat itu juga menangkap 20 orang lainnya, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo…(tim).

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *