Miris, Kalau Selevel Kadis PUPR Tidak Mengetahui Serah Terima Aset SPAM

  • Bagikan

Foto : Kondisi SPAM Simpang Rimba tahun 2019

Bangka Selatan, asatuonline.id – Sangat miris sekali kalau selevel Kepala Dinas PUPR di Kabupaten tidak mengetahui adanya penyerahan aset bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk suatu masyarakat desa di wilayah kabupatennya.

Pasalnya penyerahan aset serta pengoperasiannya suatu proyek pemerintah yang siap digunakan oleh masyarakat kepada suatu instansi pemerintah di daerahnya pasti di ketahui oleh Kepala Dinas PUPR, karena aset yang diserah – terimakan itu dibawah naungannya.

Ketua LSM AMAK Babel Hadi Susilo sangat menyayangkan ketidak-tahuan Kepala Dinas PUPR Bangka Selatan Achmad Ansori SH MH atas hilangnya Pompa – Pompa dan Genset serta peralatan pendukung proyek SPAM Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan yang bernilai Miliaran Rupiah.

Menurut Hadi Susilo, sangat mustahil sekali jika Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka Selatan tidak mengetahui proses serah terima aset SPAM tersebut.

“Tidak mungkin kalau sampai Kepala Dinas PUPR tidak mengetahui, kapan dilakukan serah terima dan bagaimana perawatan serta pengoperasiannya,” ungkap Kang Hadi, Selasa (17/8/2021).

Ia melanjutkan, pada Dinas PUPR itukan ada Bidang Cipta Karya yang juga mengurusi masalah SPAM untuk masyarakat di kabupatennya.

” Sepengetahuan saya pada Dinas PUPR itu ada Bidang Cipta Karya yang bertugas mengurusi masalah SPAM di wilayahnya, Kepala Dinas PUPR itu pasti punya data SPAM ini sudah diserah – terimakan, SPAM ini sudah beroperasi dan yang ini belum beroperasi dan semua perawatan SPAM itukan masuk tanggung – jawabnya,” imbuh Kang Hadi.

Sementara itu Achnad Ansyori SH MH Kepala Dinas PUPR Bangka Selatan yang juga merangkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Selatan hanya menjawab singkat terkait serah terima aset SPAM Kecamatan Simpang Rimba tersebut.

” Masih dicari,” katanya singkat kepada awak media asafuonline.id, Senin (16/8/2021).

Sedangkan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bangka Belitung Miarka Risdawati mengatakan, proyek SPAM Simpang Rimba Bangka Selatan itu sudah diserahkan kepada Kabupaten Basel, apalagi sudah sejak Tahun 2014 selesai dibangunnya.

” Sudah diserahkan ke Pemkab Basel,” kata Miarka melalui Telepon kepada awak media.

Sebelumnya telah diberitakan sampai saat ini berdasarkan pantauan asatuonline.id belum ada pihak yang bertanggung – jawab terhadap hilangnya aset pemerintah berupa peralatan proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabuaten Bangka Selatan.

Jangankan bertanggung – jawab, melaporkan kepada pihak Kepolisian juga tidak. Padahal proyek itu milik pemerintah, aset negara yang wajib dijaga.

Namun ada yang aneh dalam hal itu, yang memunculkan beberapa pertanyaaan masyarakat terkait hilangnya barang milik negara yang bernilai Milyaran Rupiah itu.

Karena sejak dibangun tahun 2014 yang lalu sampai saat ini proyek SPAM itu tidak pernah bisa dinikmati masyarakat, artinya proyek itu bisa dikatagorikan proyek gagal, proyek mangkrak ataupun proyek yang tak berguna bagi masyarakat, artinya nilai kerugian negaranya adalah senilai sejumlah dana proyek yang dikeluarkan untuk pembangunan itu.

Kemudian lebih parahnya lagi, berdasarkan asatuonline.id pada Sabtu (14/8/2021) , semua peralatan didalam proyek itu hilang diduga dicuri oleh orang tidak dikenal ( OTD).

Padahal didalam itu ada Travo Listrik bernilai Milyaran Rupiah, ada Pompa Mesin bernilai Ratusan Juta Rupiah dan banyak Pipa – Pipa Besi yang mahal dan masih banyak lagi barang lainnya, semuanya hilang.

Sementara itu Kepala Desa Permis Rahmi mengaku tidak mengetahui siapa yang mencuri peralatan dan mesin Pompa SPAM Desa Simpang Rimba itu, kapan hilangnya juga pihak Desa Permis tidak mengetahui karena menurut Pihak Desa Permis, pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh pihak desa.

“Selama saya menjabat Kepala Desa Permis, sampai saat ini pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh desa, dan sampai saat ini juga proyek itu tidak pernah kami mempergunakannya,” imbuh Rahmi..(mang her)

 

 

 

 

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *