Gaduh Pernyataan Kadis ESDM Babel, Ketua Fordas Fadillah Sabri : Kami Siap Debat dan Tunjukan Faktanya

  • Bagikan

Keterangan Foto: Fadillah Sabri

Pangkalpinang, Asatu Online – Sejumlah aktivitas pencinta lingkungan maupun tenaga ahli lingkungan di Bangka Belitung meradang, akibat pernyataan yang di lontarkan oleh pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung , Amir Syahbana di media masa baru-baru ini.

Dalam pernyataannya, Amir menilai bahwa dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan selama ini di Babel hanyalah sebuah opini karena tidak ada data empiris yang pasti. Termasuk, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Provinsi Bangka Belitung,

Menanggapi pernyataan itu, Fadillah Sabri pun ikut angkat bicara. Ia meminta Plt.Kadistamben Babel mengklarifikasi pernyataannya, sebab kalau tidak maka akan banyak pihak yang siap berhadapan dengan Amir.

“Saya tidak tau konteks seorang plt Kadistamben Babel bicara seperti itu dan saya juga tidak tau apakah benar ini pernyataan beliau atau hanya di bahasakan oleh media,makanya kita minta beliau segera mengklarifikasi hal ini,”ujarnya.

Namun jika pernyataan ini benar seorang Plt. Kadistamben Babel Amir Syahbana telah membuat pernyataan, bahwa kerusakan lingkungan akibat tambang hanyalah opini, maka berati sang Plt Kadistamben Babel tersebut memang tidak paham.

“Saya sarankan beliau harus banyak belajar lagi, apalagi kalau beliau menyebutkan bahwa tidak ada data dan sebagainya, maka Fordas Babel akan selalu siap menunjukan data-datanya,”ujarnya.

Fadillah Sabri juga meminta kepada Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman untuk dapat meluruskan dan menasehati atas pernyataan kontroversi yang dibuat oleh Plt Kadistamben Babel, Amir Syahbana tersebut.

”Sebab kalau tidak maka nanti bersiaplah beliau akan berhadapan dengan tenaga ahli lingkungan dan Fordas Babel punya semua ini,”tantang Fadillah.

Fadillah mengaku, sekali lagi heran dengan pernyataan dari Plt.Kadistamben Babel, Amir Syahbana tersebut, padahal apakah tidak cukup bukti kerusakan lingkungan akibat pertambangan di Babel selama ini yang begitu masif di depan mata.

Sedangkan untuk pernyataan Amir Syahbana berikutnya, yang menyebutkan bahwa alternatif untuk peningkatan ekonomi di Babel selain dari sektor pertambangan yang belum terlihat, memang tidak sepenuhnya salah, namun hal ini juga masih perlu diperdebatkan.

Fadillah menegaskan bahwa pernyataan Amir Syahbana yang menilai bahwa kerusakan lingkungan di Babel akibat pertambangan hanyalah opini, maka ini betul-betul sangat keliru dan telah melukai hati dan perjuangan banyak pihak untuk ikut menyelamatkan lingkungan Babel selama ini dari kerusakan akibat pertambangan yang lebih parah, mulai dari kalangan aktivis lingkungan, masyarakat nelayan termasuk kalangan akademisi dan lainnya.

“Maap ngomongnya kalau beliau bisa bilang seperti itu, bahwa kerusakan akibat tambang di Babel ini hanyalah opini, maka sama saja dungu seperti kata Roky Gerung,”sebutnya lagi.

Ia meminta Amir Syahbana untuk lebih banyak belajar, supaya jangan sampai karena ketiktahuan atau hanya taunya sedikit , tapi sudah berani melontarkan sesuatu yang dirinya sendiri pun sebenarnya tidak paham.

Kalau Amir Syahbana bilang tidak ada data emipiris, maka Fordas Babel punya datanya , bahkan penelitian-penelitian di bidang kerusakan lingkungan, Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat aktivitas penambangan di Babel ini sudah sangat banyak dilakukan oleh banyak pihak.

Fordas Babel siap untuk bertemu dan melakukan debat terbuka. Sebab, kurang bukti apalagi, bahkan dengan kasat mata saja bisa dilihat sendiri, terjadinya sidementasi pendangkalan sungai laut, degradasi lahan, kualitas air yang semakin menurun dan dampak lainnya.

“Kalau dampak kerusakan lingkungan di Babel akibat aktivitas penambangan hanya dianggap opini, sedangkan yang dimaksud opini itukan adalah pemikiran seseorang, tapi ini yang kita bicarakan adalah fakta, makanya kalau perlu nanti kita akan ajak langsung beliau melihatnya kondisi yang sebenarnya baik di Bangka maupun di Belitung,”sebut Fadillah Sabri yang juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ini.

Fadillah kembali menegaskan, ia dan Fordas Babel sekaligus sebagai kalangan akademisi tak hanya akan cukup menyampaikan ini melalui media masa, tetapi juga akan siap mengundang untuk melakukan debat terbuka kepada Plt. Kadistamben Babel, Amir Syahbana.

”Yang pastinya kita selalu siap, termasuk debat terbuka, dan saya siap untuk memandunya, saya siap kirimkan tenaga ahli lingkungan, doktor-doktor lingkungan kita yang banyak sekali di Fordas Babel itu, Makanya saya tantang berani tidak beliau (Amir Syahbana) nanti, tapi kalau memang tidak, maka sekali lagi kita minta segera diklarifikasi ucapannya, ya pak Plt. Kadistamben Babel, pak Amir Syahbana. Termasuk pak gubernur, mohon sekali lagi untuk dapat menasehati Plt ini, supaya lebih banyak belajar lagi,”dorong Fadillah Sabri lagi…(liya)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *